Sejarah MTs Negeri Ciranjang

MTs Negeri Ciranjang didirikan pada tanggal 8 Januari 1983 atau 23 Rabiul Awal 1403H oleh Menteri Agama Bapak H. Alamsyah Ratu Prawirangara dengan nama Madrasah Al Islamiah atau lebih dikenal dengan MTs Teladan Cibanteng Ciranjang dibawah Yayasan GUPPI Kabupaten Cianjur. Pada tahun 1996 berubah menjadi MTs Negeri Ciranjang Cianjur

Sabtu, 18 Februari 2012

Daftar Gaji PNS Terbaru Tahun 2012 berdasarkan PP No.15 Tahun 2012


“Ketentuan mengenai gaji baru PNS berlaku mulai 1 Januari 2012,” bunyi Pasal 1 Ayat 2 PP No. 15/2012. Hal yang sama juga berlaku untuk gaji baru anggota TNI dan Polri sebagaimana bunyi Pasal 1 ayat 2 PP No. 16/2012 dan Pasal 1 ayat 2 PP No. 17/2012.
Dalam diktum menimbang dari PP No. 15, 16 dan 17 itu disebutkan, bahwa dasar perubahan gaji PNS, TNI dan Polri adalah untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna, serta kesejahteraan PNS, anggota TNI dan Polri.

 Dalam lampiran PP No. 15/2012 disebutkan, gaji pokok terendah untuk PNS Golongan III a dengan masa kerja 0 tahun adalah Rp 2.046.100 (sebelumnya Rp 1.902.300) dan tertinggi IIId dengan masa kerja 32 tahun adalah Rp 3.742.300 (sebelumnya Rp 3.332.000). Sedang untuk golongan IVa masa kerja 0 tahun adalah Rp 2.436.100 (sebelumnya Rp 2.245.000), sedang tertinggi untuk golongan IVe masa kerja 32 tahun adalah Rp 4.608.700 (sebelumnya Rp 4.100.000).

 Untuk prajurit dua TNI atau bhayangkara Polri dengan masa kerja 0 tahun sesuai PP No. 16/2012 dan PP No. 17/2012 gaji pokoknya) adalah Rp 1.325.000 (sebelumnya Rp 1.230.000), sedang prajurit TNI dengan pangkat kopral kepala atau prajurit Polri dengan pangkat ajun brigadir polisi dengan masa kerja 32 tahun menerima gaji pokok sebesar Rp 2.365.600 (sebelumnya Rp 2.134.600).

 Adapun perwira pertama TNI dengan pangkat letnan dua atau inspektur polisi dua masa kerja 0 tahun menerima gaji pokok Rp 2.198.400 (sebelumnya Rp 2.032.100), sementara perwira TNI dengan pangkat kapten atau ajun komisaris polisi dengan masa kerja 32 tahun memperoleh gaji pokok Rp 3.803.100 (sebelumnya Rp 3.385.000). Untuk perwira tinggi TNI dengan pangkat Brigjen, Laksamana Pertama atau
 Marsekal Pertama dan Polri dengan pangkat Brigjen dengan masa kerja 0 tahun  menerima gaji pokok Rp 2.644.400, sementara perwira tinggi TNI dengan pangkat Laksama, Jendral dan Marsekal atau dengan Polri dengan pangkat Jendral dengan masa kerja 32 tahun memperoleh gaji pokok Rp 4.717.500 (sebelumnya Rp 4.072.000).
Sumber : http://www.tribunnews.com/2012/02/16/ini-daftar-kenaikan-gaji-pns-tnipolri-yang-baru

Untuk lebih jelas dan lengkap silahkah  download link di bawah ini :

http://search.4shared.com/q/CCAD/1/PP+Nomor+15+tahun+2012
atau
http://search.4shared.com/q/CCAD/1/lampiran+PP+Nomor+15+tahun+2012

Jumat, 30 September 2011

MENGINGAT DAN BERSYUKUR ATAS KARUNIA ALLAH SWT

Asep Sugono, S.Pd.I
Pertama-tama marilah kita seluruhnya menghubungkan jiwa dan raga kita kepada Allah SWT pencipta alam seluruhnya dengan cara mengingat dan mensyukuri akan kebesaran Allah SWT. Mengingat akan segala rahmat dan nikmat, atau karunianya, yang selalu dicurahkan kepada mahlukNya, tiap detik siang malam tanpa henti-hentinya. Ketika kita tidur senyenyak-nyenyaknya atau sempat tidak sadarkan diri, allah SWT tetap mengirimkan rahmat-Nya kedalam tubuh kita untuk menggerakan jantung dan paru-paru kita, supaya kita tidak mati. Rahmat Allah SWT yang merupakan zat asam (oksigen) yang kita hirup melalui udara adalah rahmat Allah SWT yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.

Maka sewajibnya kita memuja dan memuji-Nya dengan sepenuh jiwa dan raga dengan pujian sepenuh langit dan bumi, serta sepenuh ruang antara langit dan bumi.

Setiap kita bernapas, maka kita menghirup 2 liter udara yang mengandung zat asam itu, sedangkan kita bernapas 16 sampai 24 kali dalam semenit selama hidup. Maha Besar engkau ya allah, Maha Terpuji siang dan malam, pagi dan sore.

Sungguh setiap detik dari hidup kita tergantung kepada Rahmat dan nikmat Allah SWT, bukan saja kepada zat asam, air dan makanan, tetapi kepada beribu-ribu Rahmat Allah lainnya. Ribuan Rahmat dimunculkan oleh Allah SWT dari bumi, ribuan pula Allah SWT turunkan dari langit saban detik.

Pantaskah kalau ada manusia yang selalu lupa terhadap Allah ?, Tidak pernah mengingat dan menyebut nama Allah SWT, tak pernah bersyukur dan memuji Allah SWT, tidak beribadah menyembah Allah SWT.

Kesadaran atau hati nurani manusia yang sehat akan berbisik, menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban : tidak pantas .... tidak pantas .... dan tidak pantas ....
Kecuali kesadaran atau hati nurani manusia-manusia yang sudah dirusak oleh Setan atau Iblis, sehingga mereka hanya ingat akan benda-benda kesenangan hidup dunia, lupa sama sekali terhadap Allah SWT yang telah menciptakan semuanya itu.

Padahal Allah SWT telah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman melalui firman-Nya dalam surat al-ahzab ayat 41 yang artinya : "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah akan Allah sebanyak-banyaknya"

Oleh : Asep Sugono, S.Pd.I
           ( Guru PAI MTs Negeri Ciranjang Cianjur ) 

Rabu, 22 Juni 2011

Mengapa Orang Jujur Bisa Tergusur ?

Ada apa dengan dunia ini ?
Sudah terbalikkah ?, atau sudah menjadi kebiasaan sehingga yang salah seolah-olah benar dan yang benar seolah-olah salah. Hal ini terjadi di negeri ini (Indonesia), yang katanya negeri yang ramah, sopan santun dan negeri yang berbudaya. Bisa kita simak mulai dari rakyat jelata sampai petinggi negeri ini kebiasaan tidak jujur sering kita lihat baik dimedia masa, atau dalam kenyataan yang penulis rasakan. Sesuatu yang aneh apa bila kita jujur, padahal kejujuran merupakan perbuatan yang kita dambakan. Hal ini dapat kita lihat pada kejadian-kejadian dibawah ini contohnya :
Seorang anak SD harus melakukan kebohongan pada saat ujian nasional diselenggarakan di  Surabaya, dan pada saat diungkap oleh orang tuanya, eh.. ternyata malah yang didapat adalah cacian para tetangga dan usiran supaya meninggalkan daerah tersebut, bukan pengungkapan kebenaran.
Seorang mantan petinggi polisi yang kini menjadi anggota dewan yang terhormat di negeri ini, tidak mau menyerahkan istrinya untuk mengungkap suatu kebenaran di KPK, tentang suap menyuap yang dilakukan dalam Deputi Gubernur BI.
Seorang guru dipecat gara-gara dia menggungkap suatu kebohongan pada saat Ujian Nasonal di Sumatra Utara, dengan alasan mencemarkan nama baik lembaga dan dinas terkait.
Seorang anak disuruh berbohong oleh ibunya, kepada tukang kredit pada saat dia datang menagih utang kreditan panci atau rantang, padahal ibunya mumpet di dalam kamar.
Seorang atlet dimudakan umurnya oleh pelatih atau pengurus team olahraga, agar dia bisa masuk suatu pertandingan pada Olimpiade Olahraga, dan kejuaraan olahraga sejenisnya.
Seorang Pembantu dihukum penggal atau dihukum gantung gara-gara dia membela diri karena mau diperkosa majikannya, karena tidak mendapat pembelaan baik dari pengacara maupun Negara.
Banyak lagi kejadian-kejadian sehari-hari yang kita lihat mengenai kebohongan, ketidakjujuran, kemunapikan dan sejenisnya, yang seolah-olah dibiarkan dan nantinya menjadi suatu kebiasaan dan dijadikan suatu kebenaran. Sehingga apabila ada orang yang yang berlaku jujur atau benar, oleh mereka itu merupakan suatu perbuatan yang salah.
Akankah ini dibiarkan ?
Ayo kita lawan, dengan dimulai dengan diri kita sendiri, sudah benarkan perbuatan kita ? Sudah jujurkah kelakuan kita ? 

Allah SWT selalu terjaga, Maha melihat dan Maha mendengar.
Ampunilah segala perbuatan yang telah aku lakukan yang telah menyimpang dari kebenaran dan kejujuran.

Dede Supriyatna, S.Pd.
Guru IPS MTs Negeri Ciranjang